<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dianmahen&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://dianmahen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dianmahen.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Sep 2009 08:55:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dianmahen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dianmahen&#039;s Blog</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dianmahen.wordpress.com/osd.xml" title="Dianmahen&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dianmahen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pantai maluk</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/pantai-maluk/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/pantai-maluk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[pantai maluk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[MENYUSURI pantai barat hingga selatan Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sungguh menyenangkan, karena pemandangan di pesisir pantai Kabupaten Sumbawa Barat ini masih asri. Kabupaten Sumbawa Barat memiliki lima kecamatan yakni: Taliwang, Jereweh, Sekongkang, Brang Rea, dan Seteluk. Keberadaan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Kecamatan Sekongkang dan Jereweh merupakan pemicu dalam membangunkan potensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=132&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">MENYUSURI pantai barat hingga selatan Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sungguh menyenangkan, karena pemandangan di pesisir pantai Kabupaten Sumbawa Barat ini masih asri.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kabupaten Sumbawa Barat memiliki lima kecamatan yakni: Taliwang, Jereweh, Sekongkang, Brang Rea, dan Seteluk. Keberadaan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Kecamatan Sekongkang dan Jereweh merupakan pemicu dalam membangunkan potensi wisata pantai di kawasan ini.<span id="more-132"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Salah satu pantai yang mulai dikenal saat ini adalah Pantai Maluk. Pantai ini begitu indah dan mempesona siapa saja ingin segera berenang dan berjemur saat cuaca sedang cerah, matahari memancarkan sinarnya dan ombak bergulung–gulung, silih berganti menuju tepi pantai. Pada akhir pekan, pantai ini akan diramaikan warga sekitar dan karyawan PT NNT untuk menghabiskan waktu, menghilangkan kepenatan setelah bekerja penuh di perusahaan pertambangan ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Keberadaan pantai Maluk sebagai daerah wisata baru di Kabupaten Sumbawa Barat tak terlepas dari sentuhan kepedulian PT NNT. &#8220;Kita sangat peduli terhadap lingkungan masyarakat di lingkar tambang dan bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat,&#8221; ujar Malik Salim, Senior Manajer Hubungan Eksternal PT NNT belum lama ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Malik menuturkan, sebelumnya pantai ini tak terurus dan banyak dipenuhi sampah. Secara perlahan–lahan masyarakat di sekitar pantai diajak untuk menjadikan pantai Maluk sebagai daerah wisata. &#8220;Kita ajak masyarakat membersihkan pantai dan menjaga kebersihannya,&#8221; sambung Malik.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Sekarang, kalau Anda ke Maluk, bisa dilihat betapa pantai itu terlihat bersih. Fasilitas pun terlihat lengkap, seperti tempat parkir kendaraan, warung–warung makan, penyewaan kano, bar, tempat bermain anak–anak, Musholla, WC dan kran untuk basuh badan setelah mandi di pantai, tempat duduk dipinggir pantai/berjemur matahari dan sebagainya. Semua fasilitas yang dibangun PT NNT telah diserahkan ke pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pada awal Januari 2005.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kadang terlihat sebuah kapal layar memasuki kawasan pantai Maluk mengangkut wisatawan dari Bali untuk berselancar di pantai ini. Hanya saja begitu selesai berselancar, mereka kembali ke kapal untuk bermalam. Sayang sekali. Harus diakui, sarana akomodasi di pantai Maluk memang belum begitu banyak. Namun potensi ke arah itu sangat terbuka di masa mendatang.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Padahal untuk mencapai pantai Maluk sangat mudah. Melalui laut terdapat penyeberangan melalui Pelabuhan Kayangan (Pulau Lombok) menuju Pototano (Sumbawa) selama 1 jam dan dilayani kapal feri selama 24 jam. Dari Tano menuju Maluk butuh waktu 2 jam lewat darat menyusuri jalan sepanjang 60 kilometer. Memang ada boat dari Kayangan ke Benete, namun fasilitas ini diperuntukkan bagi karyawan PT NNT. Waktu tempuhnya hanya 1,5 jam.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Pada 18 Februari 2004, seorang pengusaha setempat melakukan kerja sama dengan PT Merpati Nusantara untuk membuka penerbangan Denpasar–Sekongkang. Lapangan terbang untuk didarati pesawat jenis Twin Otter pun disiapkan. Tujuan awalnya adalah memudahkan para karyawan PT NNT menjalankan aktivitas dan ke depan tak tertutup keberadaan lapangan terbang ini untuk menggairahkan potensi wisata di Sekongkang. Namun, apa lacur, gara–gara bom di Kedubes Australia, Jalan HR Rasuna Said pada September 2004, menyebabkan penerbangan dihentikan hingga sekarang. Padahal dari Sekongkang menuju Maluk cuma 6 kilometer.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Selain Maluk, masih banyak pantai–pantai di Kabupaten Sumbawa Barat yang layak dikunjungi. Anda bisa menyusuri pantai barat Sumbawa menuju utara dan menemukan pantai Poto Batu di Taliwang. Di pantai ini, Anda akan menemukan sebuah batu yang ditengahnya bolong. Setiap akhir pekan, masyarakat sekitar memadati pantai ini untuk berenang. Kenapa Anda tidak coba?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=132&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/pantai-maluk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau komodo</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/pulau-komodo/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/pulau-komodo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Komodo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Komodo terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak tahun 1980, kawasan seluas 1.817 km2 ini dijadikan Taman Nasional oleh Pemerintah Indonesia, yang kemudian diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Bersama dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=125&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"></p>
<div id="attachment_127" class="wp-caption aligncenter" style="width: 145px"><span><span><img class="size-full wp-image-127" title="images" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/images1.jpg?w=135&#038;h=90" alt="Pulau komodo" width="135" height="90" /></span></span><p class="wp-caption-text">Pulau komodo</p></div>
<p>Pulau Komodo terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak tahun 1980, kawasan seluas 1.817 km2 ini dijadikan Taman Nasional oleh Pemerintah Indonesia, yang kemudian diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Bersama dua pulau besar lainnya, yakni Pulau Rinca dan Padar, Pulau Komodo dan beberapa pulau kecil di sekitarnya terus dipelihara sebagai habitat asli reptil yang dijuluki “Komodo Dragon” ini.<img class="aligncenter size-full wp-image-129" title="w" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/w.jpg?w=138&#038;h=95" alt="w" width="138" height="95" /><span id="more-125"></span></span></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Menyandang nama latin</span></span><em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Varanus Komodoensis</span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> dan nama lokal “Ora”, kadal raksasa ini menurut cerita dipublikasikan pertama kali pada tahun 1912 di harian nasional Hindia Belanda. Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor adalah orang yang telah mengenalkan komodo kepada dunia lewat papernya itu. Semenjak itu, ekspedisi dan penelitian terhadap spesies langka ini terus dilakukan, bahkan dikabarkan sempat menginspirasi Film KingKong di tahun 1933. Menyadari perlunya perlindungan terhadap Komodo di tengah aktivitas manusia di habitat aslinya itu, pada tahun 1915 Pemerintah Belanda mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan komodo.</span></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Berkat usaha pemerintah dan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian Taman Nasional, wisatawan yang datang kini dapat berkunjung dan melihat dari dekat kehidupan reptil purba ini. Dengan panjang tubuh 2-3 meter,  komodo dapat memiliki berat hingga 70-100 kilogram. Hewan yang menyukai tempat panas dan kering ini hidup di habitat sabana atau hutan tropis pada ketinggian rendah. Jika malam tiba, komodo bersarang di lubang dengan dalam 1-3 meter sambil menjaga panas tubuhnya di malam hari. Sebagai karnivora yang berada di puncak rantai makanan, mangsa Komodo antara lain kambing, rusa, babi hutan, dan burung. Pada kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa Komodo lainnya. Dengan mengandalkan indera penciuman pada lidahnya, komodo dapat mencium bangkai mangsanya hingga sejauh 9 kilometer. Gigitannya yang mengandung bisa dan bakteri yang mematikan, ditambah cakar depannya yang tajam merupakan senjata alaminya. Selain itu, komodo ternyata mampu berlari 20 kilometer per jam dalam jarak yang pendek, memanjat pohon, berenang, bahkan menyelam.</span></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Layaknya reptil lain, komodo berkembang biak dengan bertelur. Walaupun demikian, penelitian membuktikan terdapat cara lain komodo melakukan regenerasi, yakni dengan cara partenogenesis. Cara ini memungkinkan komodo betina untuk menghasilkan telur tanpa dibuahi oleh jantan. Partenogenesis diduga telah menyelamatkan komodo dari kepunahan sejak ribuan tahun silam. Akan tetapi, kerusakan habitat, aktivitas vulkanis, gempa bumi, kebakaran, sampai perburuan gelap terindikasi telah mengakibatkan penurunan jumlah populasi komodo sampai taraf rentan terhadap kepunahan. Diperkirakan terdapat 4-5 ribu ekor komodo dengan keberadaan betina yang produktif hanya berjumlah ratusan. Kondisi demikian merupakan tantangan bagi usaha konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.</span></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Menikmati wisata Taman Nasional Pulau Komodo dengan mengamati kehidupan komodo dari dekat mungkin belum cukup bagi Anda. Bagi Anda yang hobi dengan olahraga air, Anda dapat mencoba melakukan penyelaman di perairan utara maupun selatan kepulauan ini. Perairan utara merupakan perairan hangat hasil pertemuan arus dari Laut Banda dan Flores. Sebaliknya, perairan selatan menawarkan perairan dingin dari arus Samudera Indonesia. Kombinasi kedua karakter perairan yang berbeda ini menghasilkan ekosistem bawah laut yang kaya. Berbagai macam jenis terumbu karang hidup subur dan menjadi tempat hidup sekian banyak spesies ikan sekaligus penyedia sistem penunjang kehidupan air laut. Banyak penyelam telah menyaksikan kehidupan bawah laut perairan pulau Komodo yang memesona, yang menyimpan berjuta potensi keanekaragaman hayati.</span></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Sebagai salah satu objek wisata andalan Indonesia, Pulau Komodo menyediakan akomodasi mulai dari pondokan yang didirikan masyarakat setempat sampai </span></span><em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">resort</span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> bertaraf internasional. Bagi wisatawan domestik, Anda dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 75.000, sedangkan wisatawan asing sebesar US$ 15. Untuk mencapai Pulau Komodo, Anda dapat melalui rute pesawat dari Kupang (ibukota Nusa Tenggara Timur-NTT) ke kota Ende di Pulau Flores. Berikutnya perjalanan dilanjutkan dengan minibus ke Labuhanbajo yang memakan waktu 10 jam. Dari Labuhanbajo, </span></span><em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">speedboat </span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">akan membawa Anda ke Pulau Komodo setelah menempuh penyeberangan selama 2 jam. Beberapa rute lainnya dapat Anda tempuh dengan penerbangan dari Bali sesuai maskapai penerbangan yang melayani tujuan ke NTT. Berbagai paket wisata yang ditawarkan agen wisata rasanya cukup menarik untuk dicoba bagi Anda yang baru pertama kali mendatangi Pulau Komodo ini.</span></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Eco-wisata yang dicanangkan pemerintah terhadap Taman Nasional Pulau Komodo ini diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan domestik / manca negara. Tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak sekalipun tidak perlu takut untuk datang dan berkunjung ke sana. Dengan peraturan dan keamanan berwisata yang terjaga, manusia dan Komodo dapat hidup berdampingan dengan damai. Dan layaknya anak-anak, kecintaan mereka terhadap Komodo merupakan benih-benih yang dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada kekayaan negeri dan sejarahnya. Nampaknya pesan inilah yang dulu di tahun 90-an pernah dibawakan dengan apik oleh Kak Seto lewat boneka Si Komo-nya. Lewat karakter Si Komo, Kak Seto membawa pesan pelestarian komodo ke hati dan pikiran anak-anak Indonesia, agar mereka bangga dengan kekayaan negerinya.</span></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Jika demikian, sangat layak kiranya Taman Nasional Pulau Komodo diangkat menjadi salah satu dari 7  Keajaiban Alam (</span></span><em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">7 Wonders Of Nature</span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">), bersanding dengan beragam keajaiban dunia lainnya yang mengagumkan. Jejak-jejak kehidupan dunia purba telah menyajikan dirinya kepada manusia hari ini untuk becermin melihat sejarah dunia masa lalu. Kehidupan yang telah melewati ratusan, bahkan ribuan tahun. Lewat Taman Nasional Pulau Komodo ini, dunia hari ini memiliki warisan yang tak ternilai harganya untuk dilestarikan. Mari dukung <a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/nominees/asia/c/KomodoNationalParkNationalPark/">Taman Nasional Pulau Komodo menjadi satu dari 7 Keajaiban Alam</a>. Dengan demikian, Anda telah berpartisipasi dalam usaha memperkenalkan Taman Nasional Pulau Komodo kepada dunia, sehingga upaya pelestarian ini tidak hanya menjadi perhatian bangsa Indonesia, tapi seluruh masyarakat dunia. <a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/?firstselect=6:91">Vote Taman Nasional Pulau Komodo for 7 Wonders of Nature</a>.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=125&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/pulau-komodo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/w.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">w</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Bahari</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/wisata-bahari/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/wisata-bahari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata bahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Manikin di Tarus Kecamatan Kupang Tengah. Berjarak 13 km dari Ibu Kota Kabupaten. Spesifikasi daya tarik memiliki panorama alam, pasir putih yang indah. Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh turis karena menyediakan tempat untuk segala tingkat, juga dapat digunakan untuk bola voly pantai. Disamping sebagai tempat rekreasi (mandi, berenang) dan kegiatan kemping, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=118&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Pantai Manikin </strong>di Tarus Kecamatan Kupang Tengah. Berjarak 13 km dari Ibu Kota Kabupaten. Spesifikasi daya tarik memiliki panorama alam, pasir putih yang indah. Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh turis karena menyediakan tempat untuk segala tingkat, juga dapat digunakan untuk bola voly pantai.</p>
<div id="attachment_119" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><span><span><img class="size-thumbnail wp-image-119" title="1" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/1.png?w=150&#038;h=130" alt="pantai manikin" width="150" height="130" /></span></span><p class="wp-caption-text">pantai manikin</p></div>
<p></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Disamping sebagai tempat rekreasi (mandi, berenang) dan kegiatan kemping, dapat menikmati makanan lokal seperti jagung bakar, ubi rebus, pisang rebus dan lain-lain. Dapat dijangkau dengan transportasi umum atau pribadi. Lokasi ini juga pernah dipakai Festival Budaya Timor pada tahun 2001 yang diikuti peserta dari seluruh Etnis Kabupaten se-daratan Timor dan Kota Kupang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span id="more-118"></span><br />
Obyek wisata ini telah dibenahi dengan sarana-sarana antara lain Lopo, Kolam Renang dan MCK. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"></p>
<div id="attachment_121" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><span><span><img class="size-thumbnail wp-image-121" title="3" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/3.png?w=150&#038;h=130" alt="sunset di pantai manikin" width="150" height="130" /></span></span><p class="wp-caption-text">sunset di pantai manikin</p></div>
<p></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong> Pantai Barate </strong>di Kecamatan Fatuleu, berjarak 95 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas ± 5 km. Spesifikasi daya tarik memiliki panorama alam, pasir putih, rekreasi, mandi, berenang dan selam. Dapat dijangkau dengan transportasi umum dan pribadi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Sulamu </strong>di Kecamatan Sulamu. Berjarak 80 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas 6 km. Spesifikasi daya tarik panoram alam, pasir putih, tempat rekreasi, mandi dan selam. Dapat dijangkau dengan transportasi darat dan laut.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Oupoli </strong>di Kecamatan Amfoang Utara. Berjarak 145 km dari Ibu Kota Kabupaten / 40 km dari Ibu Kota Kecamatan. Spesifikasi daya tarik pasir putih, batu kapal, tempat rekreasi, mandi dan berenang, dengan luas 4 km. Dapat dijangkau dengan transportasi darat dan laut</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong> Naikliu </strong>di Kecamatan Amfoang Utara. Berjarak 120 km dari Ibu Kota Kabupaten / 0,5 km dari kota kecamatan, spesifikasi daya tarik pasir putih, tempat rekreasi, mandi dan berenang. Dapat dijangkau dengan transportasi darat dan laut.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Tablolong </strong>di Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 30 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas pantai ± 5 km. Spesifikasi daya tarik panorama alam, luas pantai ± 3 km dengan keadaan pantai yang unik dan berpasir putih dengan dukungan laut yang dapat dipakai untuk kegiatan lomba dayung, mancing tradisional, Nasional dan Internasional. Tempat rekreasi, bisa dipakai juga untuk kegiatan selancar angin karena didukung oleh keadaan laut yang tenang.</p>
<div id="attachment_122" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><span><span><img class="size-thumbnail wp-image-122" title="pantaitablolong2" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/pantaitablolong2.png?w=150&#038;h=130" alt="Pantai Tablolong" width="150" height="130" /></span></span><p class="wp-caption-text">Pantai Tablolong</p></div>
<p></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Dibelakang obyek wisata Tablolong terdapat hutan belukar seluas 3 ha yang dihuni oleh satwa berupa monyet dan kambing hutan. Dibelakang obyek ini terdapat Desa Budaya yaitu Suku Panaf dengan jumlah Kepala Keluarga 18 KK, dengan bahasanya adalah campuran bahasa Oekusi, Helong dan Rote (merupakan keunikan satu Dusun Panaf). Tempat Suku Panaf berupa batu yang bentuknya seperti hidung kambing yang menjorok ke laut<br />
Pantai Wisata Tablolong juga memiliki pasir putih, air yang kristal dan bagus untuk rekreasi dan olah raga. Tablolong terpilih sebagai tempat turnamen pancing yang diselenggarakan setiap tahun. Dapat dijangkau dengan transportasi umum dan pribadi. Obyek wisata ini telah dibenahi dengan sarana antara lain Lopo, Rumah makan, jalan Setapak, MCK dan permainan anak-anak misalnya ayunan. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong> Pantai Oesina</strong> di Lifuleo Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 35 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas ± 10 km spesifikasi daya tarik mempunyai pasir putih, mandi, berjemur, rekreasi, menyelam dan kegiatan kemping. Dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Batulesa</strong> jarak dari kota Kabupaten 23 km dengan luas 5 ha. Spesifikasi daya taik : Pasir putih, tempat berjemur matahari, rekreasi, kemping dan bermain sky.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Salupu </strong>di Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat berjarak 38 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas 10 km. Spesifikasi daya tarik pasir putih, hutan bakau dan satwa kelelawar, tempat rekreasi, mandi, selam, renang, kemping dan berjemur di pasir. Dapat dijangkau dengan transportasi umum dan pribadi.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Uiasa</strong> Kecamatan Sulamu. Berjarak 6 mil laut dari Ibu Kota Kabupaten / 1 jam perjalanan dari Kupang. Spesifikasi daya tarik mempunyai pasir putih, taman laut yang indah (terutama terumbu karang dan ikan hias) tempat rekreasi, mandi, berenang, berjemur dan mancing. Dapat dijangkau dengan transportasi laut</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Otan </strong>di Kecamatan Semau. Berjarak 15 mil laut dari Ibu Kota Kabupaten. Spesifikasi daya tarik memiliki pasir putih dan taman laut, tempat rekreasi, mandi, berenang, berjemur dan mancing. Dapat dijangkau dengan transportasi laut.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Pulau Kera </strong>di Kecamatan Semau. Berjarak 6 mil laut dari Ibu Kota Kabupaten dengan lama perjalanan 45 menit menggunakan perahu motor. Spesifikasi daya tarik pasir putih sepanjang ± 3 km, panorama alam untuk tempat pemandian, ada terumbu karang yang disekitarnya terdapat bermacam-macam ikan hias dan cocok untuk ditanam pohon kelapa, pohon turi serta bisa untuk kegiatan diving/menyelam, serta berjemur. Dapat dijangkau dengan transportasi laut.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Akle</strong> di Kecamatan Semau. Berjarak 8 mil dari Ibu Kota Kabupaten. Dengan spesifikasi daya tarik pasir putih, tempat rekreasi, mandi dan menyelam.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Bolow</strong> di Kecamatan Sabu Timur. Berjarak 2 km dari Ibu Kota Kecamatan. Dengan spesifikasi daya tarik pasir putih, tempat rekreasi, mandi dan menyelam<br />
Pantai Seba di Kecamatan Sabu Barat. Berjarak 2 km dari Ibu Kota Kecamatan. Spesifikasi daya tarik pasir putih, tempat rekreasi, mandi dan menyelam.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
<strong>Pantai Raijua </strong>di Kecamatan Raijua. Berjarak 1 km dari Ibu Kota Kecamatan. Spesifikasi daya tarik pasir putih, tempat rekreasi, pemandian dan menyelam.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=118&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/11/wisata-bahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/1.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/3.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/pantaitablolong2.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pantaitablolong2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air terjun Oenesu</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/air-terjun-oenesu/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/air-terjun-oenesu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Air terjun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[AIR terjun Oenesu merupakan sebuah tujuan wisata utama yang selalu ramai dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Terutama pada hari libur atau hari Minggu, obyek ini dikunjungi lebih dari 1000 pengunjung. Ada yang berkunjung untuk merayakan ulang tahun, beribadah atau melangsungkan berbagai kegiatan sambil menikmati keindahan panorama air terjun Oenesu, yang sesekali diselingi pekikan berbagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=106&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-108" title="as" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/as.jpg?w=77&#038;h=116" alt="as" width="77" height="116" />AIR terjun Oenesu merupakan sebuah tujuan wisata utama yang selalu ramai dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Terutama pada hari libur atau hari Minggu, obyek ini dikunjungi lebih dari 1000 pengunjung.<br />
Ada yang berkunjung untuk merayakan ulang tahun, beribadah atau melangsungkan berbagai kegiatan sambil menikmati keindahan panorama air terjun Oenesu, yang sesekali diselingi pekikan berbagai satwa liar yang ada di hutan sekitar air terjun.<span id="more-106"></span><br />
Lokasi ini seluas 0,7 hektar (ha) di Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 17 kilometer dari Ibu kota Propinsi NTT, yaitu Kota Kupang. Bagi pengunjung yang menyukai petualangan dapat menumpahkan hasratnya di tempat ini, pada lokasi ini cukup menantang baik melewati pegunungan sekitar air terjun atau pun menyusuri sungai kecil sekitar wilayah tersebut. Berbagai satwa yang dilindungi ada dalam lokasi ini sehingga para pengunjung dapat melakukan kegiatan yang disukainya secara bebas.<br />
Saat masuk di obyek ini para pengunjung diharapkan membayar pas masuk Rp 1.500,00 untuk orang dewasa, Rp 1.000 untuk anak kecil. Kendaraan roda empat harus membayar Rp 2.000 dan roda dua membayar Rp1.000. Biaya ini tentunya bermanfaat untuk menambah kocek PAD Kabupaten Kupang, sekaligus juga dipakai untuk operasional pemeliharaan semua lopo, toilet dan fasilitas lain yang dalam kawasan ini.<br />
Air terjun ini memilki spesifikasi daya tariknya. Air Terjun Oenesu memiliki empat tingkat, tempat rekreasi, mandi, kemping dan menelusuri hutan wisata.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-109" title="ad" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/ad.jpg?w=240&#038;h=320" alt="ad" width="240" height="320" /><br />
Transportasi mulus<br />
Bila kita ingin mengunjungi Oenesu dari Kota Kupang (Ibu kota Propinsi NTT), maka kita harus menelusuri perjalanan sejauh 17 km, dengan jalan yang aspal yang cukup mulus. Hanya beberapa kilometer yang pada cabang masuk air terjun yang jalannya sedikit rusak, namun demikian masih dapat dijangkau dengan transportasi umum dan kendaraan pribadi.<br />
Pada musim hujan sekalipun obyek ini masih tetap dapat dijangkau dengan mudah, karena jalannya tidak berlumpur atau becek. Semua kendaraan dapat langsung berhenti persis di samping lokasi air terjun.<br />
Obyek ini telah dibenahi dengan sarana seperti lopo, rumah makan, MCK, jalan setapak dan tempat parkir. Terkadang juga pada hari libur kita dapat menikmati hidangan bakso panas, rujak dan berbagai jenis makanan lainnya yang dijajakan oleh para penjual yang juga datang menggunakan kendaraan bermotor.<br />
Untuk dapat melihat air terjun dari dekat, pihak pengelola telah membuat tangga turun sehingga anak kecil pun dapat langsung melihat keindahan panorama air terjun dari dekat. Pengunjung juga dapat mandi sambil menikmati jatuh serpihan air terjun yang menyentuh tubuh. (kpde kabupaten kupang)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=106&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/air-terjun-oenesu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/as.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">as</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/ad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upacara Adat Reba</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/upacara-adat-reba/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/upacara-adat-reba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara adat Reba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Upacara Adat Reba Upacara Adat Reba diselenggarakan khususnya di beberapa daerah di Kabupaten Ngada, NTT. Reba merupakan upacara adat yang bertujuan untuk melakukan penghormatan dan ucapan rasa terima kasih terhadap jasa para leluhur. Upacara ini diadakan setiap tahun baru tepatnya di bulan Januari atau Februari dengan hidangan utama berupa ubi. Bagi warga Ngada ubi diagungkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=103&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Upacara Adat Reba</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><img class="alignleft size-full wp-image-104" title="1" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/1.jpg?w=115&#038;h=75" alt="1" width="115" height="75" />Upacara Adat Reba diselenggarakan khususnya di beberapa daerah di Kabupaten Ngada, NTT. Reba merupakan upacara adat yang bertujuan untuk melakukan penghormatan dan ucapan rasa terima kasih terhadap jasa para leluhur. Upacara ini diadakan setiap tahun baru tepatnya di bulan Januari atau Februari dengan hidangan utama berupa ubi. Bagi warga Ngada ubi diagungkan sebagai sumber makanan yang tidak pernah habis disediakan oleh bumi. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Selama upacara diselenggarakan tarian dengan penari menggenggam pedang panjang (sau) dan tongkat warna-warni yang di bagian ujungnya dihiasi bulu kambing warna putih (tuba). Sebagai pengiring tarian adalah alat musik bergesek berdawai tunggal yang terbuat dari tempurung kelapa atau labu hutan. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Upacara adat Reba biasanya diselenggarakan selama tiga sampai empat hari. Sebelum upacara tari-tarian dan nyanyian diadakan misa inkulturasi di gereja yang dipimpin seorang pater atau romo. Upacara ini memang memadukan unsur adat dengan agama.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=103&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/upacara-adat-reba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesona Kupang</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/pesona-kupang/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/pesona-kupang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[kupang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Letaknya di bagian Barat Pulau Timor, berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Kupang menjadi pusat pemerintahan, bisnis, perdagangan, dan pendidikan. Satu-satunya pabrik penyulingan minyak cendana di Indonesia ada di kota ini. Di kota ini ada Museum Kupang yang berisi lengkap mengenai sejarah dan budaya setempat, dan juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=95&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-98" title="images" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/images.jpg?w=132&#038;h=99" alt="images" width="132" height="99" /></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Kupang</strong> merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Letaknya di bagian Barat Pulau Timor, berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Kupang menjadi pusat pemerintahan, bisnis, perdagangan, dan pendidikan. Satu-satunya pabrik penyulingan minyak cendana di Indonesia ada di kota ini. Di kota ini ada Museum Kupang yang berisi lengkap mengenai sejarah dan budaya setempat, dan juga peninggalanpeninggalan bersejarah seperti benteng-benteng tentara Jepang, Portugis, dan sekutu. Kota ini letaknya lebih dekat dengan Darwin daripada dari Jakarta yaitu sekitar 435 km. Oleh karenanya kerap disambangi turis asing terutama dari Negeri Kangguru untuk urusan berwisata termasuk honeymoon. Pusat kotanya berada di tepian teluk, bernama Teluk Kupang.<span id="more-95"></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Mengapa Kota Kupang pantas dijadikan sebagai lokasi berbulan madu? Pasalnya, selain terdapat banyak akomodasi pilihan dan resto, di kota ini juga terdapat banyak obyek wisata yang menawan dan beragam. Ada obyek wisata alam, laut, pegunungan, peninggalan sejarah dan masih banyak lagi.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Soal alat transportasi, bukan masalah. Hampir di setiap hotel di kota ini tersedia penyewaan mobil yang dapat Anda gunakan untuk keliling kota bahkan sampai perbatasan dengan negara Timor Leste. Mobil sewaan tersedia dalam banyak pilihan. Anda bisa menyewa per jam, per hari atau sesuai kebutuhan. Kalau per hari tarifnya sekitar Rp 500 ribu. Di kota ini Anda pasti mudah menemukan angkutan kota (angkot) yang cukup unik bernama “bemo” yang dihias sedemikian rupa dengan berbagai aksesori. Masing-masing bemo berusaha menarik perhatian penumpangnya dengan menyetel sound system lagu-lagu yang nge-beat sekeras mungkin. Tarifnya jauh dekat Rp 2.500 per orang.</span></p>
<h4><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Hotel Bintang sampai Homestay</span></h4>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Hotel-hotel di Kupang terbagi menjadi tiga bagian, yakni hotel-hotel besar, sedang, dan hotel-hotel kecil. Hotel-hotel yang termasuk kecil antara lain Hotel Safari, Teddy’s, Marina, dan Hotel Dewata. Hotel Teddy’s berdiri sejak tahun 1996. Hotel yang berada di dekat Pantai Kupang ini memiliki 21 kamar. Tarif kamarnya berkisar antara Rp 125.000 sampai dengan Rp 275.000.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Hotel-hotel bertipe sedang antara lain Hotel Pantai Timor, Sylvia, Kupang Beach, Susi, Surya, Maya, Astiti, Cendana, dan Hotel Charvita. Sylvia merupakan hotel berbintang dua. Hotel berkonsep keluarga ini memiliki 77 kamar terdiri atas 36 kamar Standar, 36 Superior, dan 5 kamar VIP, WIP, dan Suite. Semua kamarnya tersedia TV, kulkas mini, elepon paralel, pemanas air mandi, dan bath tub. Hotel berlantai 4 ini dengan dilengkafi fasilitas lift ini merupakan salah satu dari hotel-hotel favorit di Kota Kupang.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Hotel besarnya antara lain Hotel Kristal, Sasando, Orchid Garden, dan Hotel Flobamor II. Kristal Hotel merupakan hotel bintang tiga yang berada dekat tepi pantai, tepatnya di Jalan Timor Raya No.59. Hotel ini memiliki 141 kamar berdesain menawan termasuk Junior Suites dan Club Suites.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><img class="aligncenter size-full wp-image-100" title="b" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/b.jpg?w=118&#038;h=90" alt="b" width="118" height="90" /><br />
</span></p>
<h4><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Tempat Makan Pilihan</span></h4>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Untuk urusan makan, Anda tak perlu khawatir. Di Kota Kupang tersedia rumah makan, kafe, dan toko kue dengan berbagai pilihan makanan. Rumah makan di Kupang penuh rasa dan banyak macam pilihan. Karena Kupang terletak di pinggir pantai, makanannya terutama seafood seperti bermacam ikan segar, udang windu, cumi-cumi, kepiting, dan lobster. Selain itu juga rumah makan spesial bistik, kentang goreng dan selada segar.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Ada Restaurant Pantai Timor yang menyajikan masakan Cina &amp; Indonesia yang siap melayani Anda siang dan malam. Menunya antara lain seafood segar seperti ikan laut, udang windu, kepiting dan cumi-cumi. Kalau Anda ingin steak, datang saja ke Roterdam Steak House. Pesan menu T-bone, Sirloin, Stik Merica atau memilih dari saus jamur segar atau sause “Diane”. Teman santapannya bisa roti rol hangat, kentang goreng, sayuran atau salada segar. Ingin mencicipi roti, Anda bisa pergi ke Borneo Bakery dan Gunung Intan Bakery. Di dua toko roti itu tersedia aneka kue, lumpia, pastel, pizza, roti gandum, donat dan banyak pilihan kue ulang tahun.</span></p>
<h4><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Menyelam Hingga Air Terjun</span></h4>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><img class="alignleft size-full wp-image-99" title="ba" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/ba.jpg?w=114&#038;h=89" alt="ba" width="114" height="89" />Tak lengkap berbulan madu tanpa menyambangi obyekobyek wisatanya. Nah, di kota Kupang tersedia beragam obyek menarik. Hanya 14 Km di luar Kupang ada Pantai Lasiana tempat bersantai bagai masyarakat lokal maupun turis. Pada hari kerja, pantai ini sepi. Pantainya sekitar 2 km, airnya tenang jadi aman untuk direnangi. Pada akhir pekan, pantai ini ramai pengunungannya. Para pedagang makanan dan minuman seperti jagung bakar, kelapa muda minuman dingin dan berbagai pilihan makanan penuh di sepanjang pinggir pantai pesona matahari tenggelamnya yang fantastis dan tentu saja romantis.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Pilihan lainnya Air terjun Oenesu di Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 17 kilometer dari Kota Kupang. Air terjun ini memiliki empat tingkat. Anda dapat berekreasi, mandi, kemping dan menelusuri hutan wisata. Tiket masuknya Rp 1.500 untuk orang dewasa. Kendaraan roda empat harus membayar Rp 2.000 dan roda dua membayar Rp 1.000. Fasilitasnya ada saung, rumah makan, MCK, jalan setapak, dan tempat parkir.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Melihat kelengkapan dan keistimewaan Kota Kupang, rasanya tak ada keraguan untuk menjadikannya sebagai lokasi mereguk manisnya madu cinta bulan madu Anda.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=95&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/pesona-kupang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/ba.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bautama</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/bautama/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/bautama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 07:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bautama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Obyek Wisata Bautama Baumata adalah sebuah desa yang terletak 16 Km dari Kota Kupang atau 6 Km Arah Timur dari Bandara El Tari kupang, tepatnya di Kecamatan Kupang Tengah yang merupakan salah satu tempat rekreasi/objek wisata yang cukup dikenal dan ramai dikunjungi orang.Luas wilayahnya 219. 30 KM2 dengan jumlah penduduk pada Tahun 1996 sebanyak 27.516 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=92&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="left"><strong>Obyek Wisata Bautama</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><img class="aligncenter size-full wp-image-93" title="wisata_baumata2" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/wisata_baumata2.jpg?w=277&#038;h=212" alt="wisata_baumata2" width="277" height="212" />Baumata adalah sebuah desa yang terletak 16 Km dari Kota Kupang atau 6 Km Arah Timur dari Bandara El Tari kupang, tepatnya di Kecamatan Kupang Tengah yang merupakan salah satu tempat rekreasi/objek wisata yang cukup dikenal dan ramai dikunjungi orang.</span><span style="font-size:small;">Luas wilayahnya 219. 30 KM2 dengan jumlah penduduk pada Tahun 1996 sebanyak 27.516 jiwa yang sebagian besar penduduknya bergantung hidup pada sector pertanian.<span id="more-92"></span><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sebagai tempat rekreasi, selain terdapat Hutan Alam yang merupakan obyek wisata alam (Eco Tourist), Baumata terkenal juga dengan sumber mata air alamiah yang bersih dan segar. Saat ini Perusahaan air Aquamor yang telah mengekspor air mineralnya keberbagai daerah di NTT mengambil air dari sumber air Baumata. Demikian Juga dengan PDAM Kupang yang merupakan sumber air utama bagi Kota Kupang mendapatkan suplay air dari Sumber Air Baumata.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Daya tarik yang menonjol yang dimiliki obyek wisata alam Baumata adalah Kolam Renangnya baik bagi orang dewasa dan anak-anak peninggalan sejarahnya/situs yaitu gua alam yang cukup menarik dengan stalaktit dan stalakmit, berjarak ± 250 meter dari kolam renang. Masyarakat menyebutnya “Gua Jepang” yang merupakan bekas peninggalan Tentara Jepang sebagai tempat persembunyian selama perang dunia ke II </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Selain menikmati pemandangan alamnya dengan udara yang sejuk, didekat kolam renang itu juga terdapat kolam alam yang dihiasi dengan bunga teratai sebagai tempat perlindungan beberapa habitat air tawar seperti jenis-jenis ikan dan udang. Juga saat ini oleh pihak pengelola, kolam tersebut telah dibudidayakan beberapa jenis ikan yang potensial untuk dikonsumsi antara lain : Ikan Bandeng, Tawes dan Ikan Mas. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Baumata merupakan gabungan yang menarik antara sumber mata air alamnya, kolam renang, Gua Jepang, kolam alam serta pepohonan dengan udaranya yang sejuk. Disamping terkenal dengan kolam renangnya yang umumnya ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik pada hari minggu/libur (terutama remaja), disekitar lokasi juga terdapat pasar Tradisional yang menjajakan kerupuk ubi yang khas, buah-buahan segar dan kue-kue oleh masyarakat setempat. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-94" title="wisata_baumata2" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/wisata_baumata21.jpg?w=277&#038;h=212" alt="wisata_baumata2" width="277" height="212" /></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Daya Tarik Wisata </strong><br />
Baumata merupakan salah satu tempat rekreasi dan wisata alam yang cukup menarik minat banyak orang. Kegiatan yang dapat dilakukan selain menikmati pemandangan alam dengan udaranya yang sejuk, berkemah, kegiatan fotografi, kebudayaan tradisional masyarakat yaitu “Tarian Hering” yang biasa ditarikan untuk menyambut para pembesar atau Tamu Agung.<br />
Bagaimana Menuju ke Lokasi </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Tempat rekreasi Baumata hanya dapat ditempuh melalui jalan darat ± 30 menit dengan menggunakan kendaraan umum (Bemo) dari Kupang jurusan Penfui – Baumata &#8211; nomor 15 dan nomor 16, maupun dengan Jeep, Taxi, Sepeda Motor ataupun dengan bersepeda.<br />
Sarana Penunjang </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Lokasi wisata ini hanya dibuka pada Hari Jumat, Sabtu dan Minggu atau pada hari libur lainnya. Terutama pada pada hari libur obyak wisata akan dikunjungi oleh banyak pengunjung yang berdatangan dari kota KUpang maupun daerah sekitarnya.<br />
Telah tersedia tempat parkir, kamar ganti, Toilet, Warung makan. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Harga Karcis masuk ke lokasi<br />
- Dewasa seharga Rp.5.000/ orang<br />
- Anak-anak seharga Rp 3.500 / orang </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">- Sewa Ban / pelampung, Ban Kecil Rp.5000, Ban Besar Rp.10.000</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Pengelola </strong><br />
<em>Obyek wisata Baumata saat ini dikelola oleh :<br />
Pemerintah Kabupaten Kupang<br />
(DINAS PARIWISATA  DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KUPANG) </em></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;" align="center">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=92&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/08/bautama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/wisata_baumata2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wisata_baumata2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/wisata_baumata21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wisata_baumata2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemindahan komodo ke Bali</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/pemindahan-komodo-ke-bali/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/pemindahan-komodo-ke-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 08:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kilas info]]></category>
		<category><![CDATA[Komodo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Pemindahan Komodo dari Nusa Tenggara Timur ke Taman Safari Bali tidak  hanya membahayakan hewan langka itu tapi juga menggerus pendapatan NTT. Juru Bicara kelompok masyarakat NTT yang berdemo menolak tambang dan pemindahan komodo di Jakarta Yohanes Kristopulstara mengatakan, Komodo selama ini menjadi andalan pariwisata internasional bagi NTT.  Bila Komodo dipindahkan ke Bali, wisatawan tak akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=87&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-88" title="komodo_dragons21" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/komodo_dragons21.gif?w=286&#038;h=215" alt="komodo_dragons21" width="286" height="215" /></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Pemindahan Komodo dari Nusa Tenggara Timur ke Taman Safari Bali tidak  hanya membahayakan hewan langka itu tapi juga menggerus pendapatan NTT. Juru Bicara kelompok masyarakat NTT yang berdemo menolak tambang dan pemindahan komodo di Jakarta Yohanes Kristopulstara mengatakan, Komodo selama ini menjadi andalan pariwisata internasional bagi NTT.  Bila Komodo dipindahkan ke Bali, wisatawan tak akan lagi mampir ke NTT.</span></span></span></p>
<p align="left">“<span style="font-family:Times New Roman,serif;">Pariwisata NTT tidak menjadi menarik lagi untuk para wisatawan. Karena orang sampai di Bali mereka sudah menemui Komodo. Lalu tidak ada alasan lagi dia harus ke Flores. Selama ini wisatawan ke flores, NTT untuk apa, untuk lihat komodonya itu.  Kalau komodo mau dipindahkan ke Bali yang merupakan gerbang wisata NTT, maka NTT akan kehilangan pendapatan cukup besar pariwisata karena sudah kehilangan daya tariknya,” tutur Yohanes.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Juru Bicara kelompok masyarakat NTT  Yohanes  Kristopulstara menyerukan pemerintah menghentikan rencana pemindahan Komodo ke Taman Safari Bali. Proses pemurnian genetik Komodo mestinya dilakukan di habitat aslinya yaitu Pulau Komodo di NTT.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Menteri Kehutanan berencana memindahkan 10 ekor Komodo ke Taman Safari Bali. Rencana itu dituangkan dalam surat pemberian ijin yang terbit 13 Mei lalu. Alasan pemindahan adalah untuk pemurnian genetik Komodo.</span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kelompok mayarakat NTT yang terdiri dari ratusan orang siang ini berdemo di Jakarta menolak pemindahan Komodo dari habitat aslinya dan menolak pertambangan yang membahayakan kelestarian alam.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=87&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/pemindahan-komodo-ke-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/komodo_dragons21.gif" medium="image">
			<media:title type="html">komodo_dragons21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tradisi Perang Pasola</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/tradisi-perang-pasola/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/tradisi-perang-pasola/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 08:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi pasola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Pasola berasal dari kata `sola’ atau `hola’, yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan `pa’ (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=82&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-83" title="pasola-sumba" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/pasola-sumba.jpg?w=400&#038;h=275" alt="pasola-sumba" width="400" height="275" />Pasola berasal dari kata `sola’ atau `hola’, yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan `pa’ (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pasola diselenggarakan di Sumba Barat setahun sekali pada bulan Februari di Kodi dan Lamboya. Sedangkan bulan Maret di Wanokaka. Pasola dilaksanakan di bentangan padang luas, disaksikan oleh segenap warga Kabisu dan Paraingu dari kedua kelompok yang bertanding dan oleh masyarakat umum. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sedangkan peserta permainan adalah pria pilih tanding dari kedua Kabisu yang harus menguasai dua keterampilan sekaligus yakni memacu kuda dalam kecepatan super tinggi (super speed power) dan melempar lembing (hola). Pasola biasanya menjadi klimaks dari seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka pesta nyale.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span id="more-82"></span><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Skandal Janda Cantik </span></span></span></em></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menelurusi asal-usulnya, pasola berasal dari skandal janda cantik jelita, Rabu Kaba sebagaimana dikisahkan dalam hikayat orang Waiwuang. Alkisah ada tiga bersaudara: Ngongo Tau Masusu, Yagi Waikareri dan Umbu Dula memberitahu warga Waiwuang bahwa mereka hendak melaut. Tapi nyatanya mereka pergi ke selatan pantai Sumba Timur untuk mengambil padi. Setelah dinanti sekian lama dan dicari kian ke mari tidak membuahkan hasil, warga Waiwuang merasa yakin bahwa tiga bersaudara pemimpin mereka itu telah tiada. Mereka pun mengadakan perkabungan dengan belasungkawa atas kepergian/kematian para pemimpin mereka. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dalam kedukaan mahadahsyat itu, janda cantik jelita `almarhum’ Umbu Dulla, Rabu Kaba mendapat pelabuhan hati Rda Gaiparona, si gatotkaca asal Kampung Kodi. Mereka terjerat dalam asmara dan saling berjanji menjadi kekasih. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Namun adat tidak menghendaki perkawinan mereka. Karena itu sepasang anak manusia yang tak mampu memendam rindu asmara ini nekat melakukan kawin lari. Janda cantik jelita, Rabu Kaba diboyong sang gatot kaca Teda Gaiparona ke kampung halamannya. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Beberapa waktu berselang, ke tiga pemimpin warga Waiwuang (Ngongo Tau Masusu, Yagi Waikareri dan Umbu Dula) yang sebelumnya telah dinyatakan hilang atau meninggal dunia oleh para pengikutnya tiba-tiba muncul kembali di kampung halamannya. Warga Waiwuang menyambut mereka dengan penuh sukacita. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Namun mendung duka tak dapat dibendung tatkala Umbu Dulla menanyakan perihal istrinya. “Yang mulia Sri Ratu telah dilarikan Teda Gaiparona ke Kampung Kodi,” jawab warga Waiwulang pilu. Lalu seluruh warga Waiwulang dikerahkan untuk mencari dua sejoli yang lagi mabuk kepayang itu. Akhirnya keduanya ditemukan di kaki gunung Bodu Hula. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Walaupun berhasil ditemukan warga Waiwuang di kaki gunung Bodu Hula namun Rabu Kaba yang telah meneguk madu asmara Teda Gaiparona tidak ingin kembali. Ia tidak mau dipisahkan lagi oleh sang tambatan hati yang telah meluluhlantahkan segala rasa cinta dan kasih sayang yang pernah diberikannya kepada sang mantan suami, Umbu Dula. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kemudian Rabu Kaba meminta pertanggungjawaban Teda Gaiparona untuk mengganti belis yang diterima dari keluarga Umbu Dulla. Teda Gaiparona lalu menyanggupinya dan membayar belis pengganti. Setelah seluruh belis dilunasi diadakanlah upacara perkawinan pasangan Rabu Kaba dengan Teda Gaiparona.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pada akhir pesta pernikahan keluarga, Teda Gaiparona berpesan kepada warga Waiwuang agar mengadakan pesta nyale dalam wujud pasola untuk melupakan kesedihan mereka karena kehilangan janda cantik, Rabu Kaba. Atas dasar hikayat ini, setiap tahun warga kampung Waiwuang, Kodi dan Wanokaka, di Sumba Barat mengadakan bulan (wula) nyale dan pesta pasola. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Akar pasola yang tertanam jauh dalam budaya masyarakat Sumba Barat menjadikan pasola tidak sekadar keramaian insani dan menjadi terminal pengasong keseharian penduduk. Tetapi menjadi satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pasola adalah perintah para leluhur untuk dijadikan penduduk pemeluk Marapu. Karena itu pasola pada tempat yang pertama adalah kultus religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu. Hal ini sangat jelas pada pelaksanaan pasola, pasola diawali dengan doa semadhi dan Lakutapa (puasa) para Rato, foturolog dan pemimpin religius dari setiap kabisu terutama yang terlibat dalam pasola. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sedangkan sebulan sebelum hari H pelaksanaan pasola sudah dimaklumkan bulan pentahiran bagi setiap warga Paraingu dan pada saat pelaksanaan pasola, darah yang tercucur sangat berkhasiat untuk kesuburan tanah dan kesuksesan panenan. Bila terjadi kematian yang disebabkan oleh permainan pasola, dipandang sebagai bukti pelanggaran atas norma adat yang berlaku, termasuk bulan pentahiran menjelang pasola. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pada tempat kedua, pasola merupakan satu bentuk penyelesaian krisis suku melalui `bellum pacificum’ perang damai dalam permainan pasola. Peristiwa minggatnya janda Rabu Kaba dari Keluarga Waiwuang ke keluarga Kodi dan beralih status dari istri Umbu Dulla menjadi istri Teda Gaiparona bukanlah peristiwa nikmat. Tetapi peristiwa yang sangat menyakitkan dan tamparan telak di muka keluarga Waiwuang dan terutama Umbu Dulla yang punya istri. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Keluarga Waiwuang sudah pasti berang besar dan siap melumat habis keluarga Kodi terutama Teda Gaiparona. Keluarga Kodi sudah menyadari bencana itu. Lalu mencari jalan penyelesaian dengan menjadikan seremoni nyale yang langsung berpautan dengan inti penyembahan kepada arwah leluhur untuk memohon doa restu bagi kesuburan dan sukses panen, sebagai keramaian bersama untuk melupakan kesedihan karena ditinggalkan Rabu Kaba. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pada tempat ketiga, pasola menjadi perekat jalinan persaudaraan antara dua kelompok yang turut dalam pasola dan bagi masyarakat umum. Permainan jenis apa pun termasuk pasola selalu menjadi sarana sosial ampuh. Apalagi bagi kedua kabisu yang terlibat secara langsung dalam pasola. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Selama pasola berlangsung semua peserta, kelompok pendukung dan penonton diajak untuk tertawa bersama, bergembira bersama dan bersorak-sorai bersama sambil menyaksikan ketangkasan para pemain dan ringkik pekikan gadis-gadis pendukung kubu masing-masing. Karena itu pasola menjadi terminal pengasong keseharian penduduk dan tempat menjalin persahabatan dan persaudaraan. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sebagai sebuah pentas budaya sudah pasti pasola mempunyai pesona daya tarik yang sangat memukau. Oleh karenanya pemerintah dan seluruh warga masyarakat setempat sangat mendukung untuk menjadikan kegiatan PASOLA sebagai salah satu `mayor event’ yang pantas menjadi kekayaan budaya bangsa yang tak ternilai harganya. </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=82&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/tradisi-perang-pasola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/pasola-sumba.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pasola-sumba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Danau Kelimutu</title>
		<link>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/danau-kelimutu/</link>
		<comments>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/danau-kelimutu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 07:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianmahen</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kelimutu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianmahen.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Danau Kelimutu  yang terletak di puncak Gunung Kelimutu ini masuk dalam rangkaian Taman  Nasional Kelimutu. Danau ini berada di ketinggian 1.631 meter dari permukaan  laut. Beberapa flora  yang dapat ditemui di sekitar danau antara lain Kesambi (Schleichera oleosa),  Cemara (Casuarina equisetifolia) dan bunga abadi Edelweiss. Sedangkan fauna yang ada di sekitar danau, antara lain Rusa  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=78&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Danau Kelimutu  yang terletak di puncak Gunung Kelimutu ini masuk dalam rangkaian Taman  Nasional Kelimutu. Danau ini berada di ketinggian 1.631 meter dari permukaan  laut. Beberapa flora  yang dapat ditemui di sekitar danau antara lain Kesambi (</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Schleichera oleosa</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">),  Cemara (</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Casuarina equisetifolia</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">) dan bunga abadi </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Edelweiss</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">. Sedangkan fauna yang ada di sekitar danau, antara lain Rusa  (</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Cervus timorensis</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">), Babi hutan (</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sus sp.</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">), Ayam hutan (</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Gallus  gallus</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">) dan Elang (</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Elanus sp</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">.)</span></span><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p style="margin-top:.21cm;" align="left"><img class="alignleft size-full wp-image-79" title="3" src="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/3.jpg?w=176&#038;h=132" alt="3" width="176" height="132" /></p>
<p style="margin-top:.21cm;" align="left"><span style="font-family:Times New Roman;">Danau  Kelimutu mempunyai tiga kubangan raksasa. Masing-masing kubangan mempunyai warna  air yang selalu berubah tiap tahunnya. Air di salah satu tiga kubangan berwarna  merah dan dapat menjadi hijau tua serta merah hati; di kubangan lainnya berwarna  hijau tua menjadi hijau muda; dan di kubangan ketiga berwarna coklat kehitaman  menjadi biru langit.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianmahen.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianmahen.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianmahen.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianmahen.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianmahen.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianmahen.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianmahen.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianmahen.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianmahen.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianmahen.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianmahen.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianmahen.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianmahen.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianmahen.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianmahen.wordpress.com&amp;blog=8775623&amp;post=78&amp;subd=dianmahen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianmahen.wordpress.com/2009/09/07/danau-kelimutu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c56b11594d8164e63a0a920e69ccebc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dianmahen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianmahen.files.wordpress.com/2009/09/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
